TAKABONERATE – SELAYAR ” I’m in LOVE “

GambarHurry Up Before This Island Become UNPRIVATE

TAKABONERATE terdengar eksotis dan respon pertama pasti “Haghh Dimana Tuh?”
 Yak, emang belum banyak orang mendengar dan info yang di dapatkan pun ala kadarnya..tapi kali ini saya mau kesana..dan selalu ingin kembali kesana..:)
Takabonerate masuk kedalam wilayah kepulauan selayar, Selawesi Selatan. Dari Makassar masih 12 Jam lagi. 3 moda transportasi pun dilalui (Udara, Darat, Laut, Darat Lagi, Laut Lagi) tapi pas udah sampe sana kebayar sudah…puas liat lautan biru jingga menyambut, puas liat baby-baby shark di depan dermaga, puas abis bangun tidur yang dilihat mata langsung pemandangan laut…aaaaahhhh rasanya ingin terus kembali…
Saya tidak akan cerita bagaimana saya akhirnya bisa sampai ke pulau ini, yang saya tau saya hanya jatuh cinta dengan kepulauan ini..
Tapi sepertinya garis tuhanlah yang mengantarkan saya sampai pulau ini..
Ya..Tinabo, pulau terdepan dari gugusan kepulauan Takabonerate dimana disana adalah pintu gerbang pertama untuk para traveler melapor atau minta izin masuk kepulauan ini, dan disana pula terdapat pusat penangkaran penyu dan terumbu karang. Ya Takabonerate adalah salah satu Taman Nasional yang ada di Indonesia.
Sebenarnya saya sudah punya rencana untuk kepulau ini dari jauh-jauh hari semenjak kawan saya @sakawlaut ngetwiit tentang Taman Nasional Yang ada di Indonesia, salah satu yang membuat saya tertarik adalah Taman Nasional Takabonerate ini dan Satu lagi Taman Nasional Riung, di Flores. Namun karena aksesnya yang sulit terjangkau, jadi dibutuhkan waktu dan modal yang cukup bayak untuk sampai pulau ini. Tidak adanya kapal yang tetap mengantarkan kami kepulau jadi mau tak mau kita harus menyewa kapal yang harganya lumayan nguras harta kalau berangkat sendiri. Faktor lainnya adalah sulitnya mencari teman untuk sharing cost kepulau ini, maklum saja pulau ini belum banyak yang mengenal dan kalah tersohor dengan Derawan yang baru-baru ini tersorot para traveller.
Jumat selepas pulau kerja saya langsung naik pesawat dengan tujuan Makassar, sesampainya dimakassar saya langsung menuju lokasi dimana saya sudah ditunggu oleh Ibu dari Kawan saya. Tujuan awal ke Makassar sebenarnya untuk mengulur benang merah yang sempat padam, namun masalah pribadi belum juga selesai saya putuskan untuk pergi saja ke Takabonerate karena bujukan kawan..Haahaaahaaa…

Esokan harinya saya janji bertemu dengan kawan saya di pelabuhan pemantata selayar, maka pagi-pagi sekali saya menuju Kabupaten Bulukumba denga travel untuk menyebrang ke selayar. Sebelumnya ketika di dalam travel saya bertemu dengan kawan yang notabennya salah satu anggota Backpaker Medan namanya Suluh dan Seorang Enginering asal Sidoarjo yang sudah 4 tahun bekerja di Makassar namanya Mas Afrief. kami sama-sama memiliki satu tujuan yaitu Selayar dan akan lanjut ke Takabonerate.

Selama nunggu kapal lepas dari dermaganya mas arief yang juga hobi banget nyamperin surga bawah laut dan pemburu Landscape, dia ngeracunin saya dan suluh dengan cerita-ceritanya mulai dari Ora Beach, kodingareng keke sampai dengan pulau-pulau kecil yang ada di Makassar.. Pagi itu jadilah saya dan suluh sarapan racun berbisa lewat foto-fotonya Mas Arief, sampai pada akhirnya saya dan suluh bikin target harus ke Ora, Sawai & Alor.
Kenyang sarapan racun, akhirnya kapal melaju menuju selayar, 2 Jam perjalanan sampailah kami di pelabuhan pemantata dimana intan sudah menunggu kami untuk langsung menuju pelabuhan petumbukan. Sebelumnya kami sempat makan siang dulu di rumah makan oriental, seperti biasa kalau sudah di daerah timur pasti sajian utama adalah ikan..Ya saya bukan pencinta masakan olahan dari Ikan, tapi entah kenapa kalau sudah di timur lahap aja bawaannya.. rasanya beda sekali… segar, manis, gurih ahhh…susah di deskripsikan yang ada hanya ketagihan..heeheeheee
Lepas makan siang, kami siap menuju pelabuhan petumbukan untuk menyebrang ke Takabonarate. Hampir satu jam perjalanan menuju pelabuhan petumbukan dari kota banteng selayar, sampai akhirnya kami sampai juga. Kali ini kami berempat akan share cost biaya kapal dengan kawan-kawan dari bandung, meraka sebagain adalah kawan-kawan dari komunitas Freedive Bandung dan sebagain lagi adalah rekan kerja dari salah satu anggota kominutas tersebut. Jadilah kami berdua belas naik kedalam kapal. Lumayanlah harga kapal yang sebesar Rp. 3.500.000 dibagi berdua belas..sangat menekan budget sekali..
Untuk menuju Tinabo (Pulau terdepan dari gugusan pulau di Takabonarate) lama perjalanan sekitar 4 jam dari pelabuhan petumbukan. Tepat pukul 9 malam kami bersandar di Pulau Tinabo, dimana kami akan bermalam di pulau ini.. kebetulan saya, suluh, mas arief dan intan sudah dapat penginapan yang mana hanya ada satu saja penginapan di pulau tersebut selebihnya hanya ada 1 kantor penjaga, 1 kamar mandi umum dan 2 rumah tugas penjaga pulau + 3 gazebo. kebetulan teman saya intan sudah berada seminggu di selayar sebelum kami tiba, jadi dia sudah sigab booked penginapan. Sayangnya sebagian teman satu kapal kami tadi  harus menginap di gazebo yang mereka sebut cottage..:)) tapi beruntung sekali mereka karena tidak kegerahan walau malam dan bisa mandi bintang-bintang dari pancaran langit.
Listrik di Tinabo hanya menyala 6 jam saja, selebihnya kami mengandalkan kekuatan Matahari & Bulan..:))
Ga sabar rasanya untuk cibang cibung esok hari, malam itu juga saya, suluh dan mas arief main ke dermaga dan apa yang saya lihat? banyak baby shark berkriaran…memang rumah mereka disana.. di Tinabo.. rumah para karang, shark dan juga kami tinggal..:) ahhhhh i miss this moment…:)

Gambar

Esok paginya kami langsung cibang-cibung ke sekitaran Pulau Tinabo, Kali ini tujuan pertama adalah Lotondu & Bongin Tinabo..aaaiiihhh mak, ombak disana memang lumayan kencang, beda dengan ombak-ombak di Pulau Seribu..tapi indah bawahnya ga tahan..bikin mata ga berkedip…CANTIIIIKKK SEKALI..walau kalau kata mas Arief ini masih dibawah ekspetasinya, tapi semua ga ada yang sempurna kan..Setiap pantai punya karakternya masing-masing, ada yang atasnya keren tapi bawahny culun..atau sebaliknya..dan mas arief pun mengiyakannya..
Lama main-main di Lotondu Besar dan Bongin Tinabo, akhirnya kami makan siang di guSung dekat Tinabo..saya lupa apa namanya..tapi Indah banget airnya..Jingga dengan pasir putih ahhhh rasanya mau tinggal saja disana..:)

Gambar

Selepas Makan siang kami langsung balik ke Tinabo, ada beberapa kawan yang ingin intro diving, sayangnya saya tidak ikut dikarenakan belum siap mental hahaaahaaa…

Jadilah saya ngobrol-ngobrol lagi dengan kawan-kawan baru ini dan para penjaga Pulau yang ramah-ramah..umunya mereka kebanyakan berasal dari flores, Pak syukur contohnya.. ia buddy setia saya.. sigap saat saya nyemplung (dia tau saya ga bisa renang, hawatir bila kebawa ombak katanya..haahaahaa) tangkas ketika di atas kapal. Pak Syukur ini berasal dari desa Nambrela Flores, beliau sudah lama merantau ke Sulawesi, Beberapa kali pulang ke kampung halaman dengan kapalnya.. katanya makan 1 hari untuk menuju flores dari Takabonerate..ga usah heran, memang sesungguhnya Kepulauan ini sudah berbatasan dengan laut Flores…:)
Gambar

Pak Syukur, Lelaki Bajo-Pelaut Sejati

Hari terakhir di Tinabo, saya habiskan ngobrol-ngobrol dengan Mas Arief, Intan & Suluh… banyak hal yang kami share..mulai dari Adat Istiadat setempat, ragamnya budaya indonesia, ragam bahasa yang ada di negeri ini, sampai dengan masalah mindset saya yang ga berani untuk nyoba freedive..haaahaa tapi akhirnya sekarang teracuni juga..awalnya ga berani karena takut kelelep tapi pas udah berani mau menelelepkan diri malah susah..:))
Pagi-pagi kami sudah cus ke spot terakhir sebelum kembali ke selayar, Tinanjak menjadi tujuan kam..dah benar saja..Karang-karangnya rapet banget ciiinnttt…airnya jernih..ahhhh siapa bilang Indonesia ga Indah…coba sini yang bilang begitu menghadap saya..

Gambar
Gambar

One Of My Favorite Coral #UnderwaterView

Pukul 15:00 tepat kami bergegas untuk meninggalkan Tinabo..Tinabo yan tenag nyaman dan cantikkk bikin susah Move on..even your body keeps going on, but i have a reason not to move on…Udah Terpikattttttt….tapi apa daya si Intan nari-narik nyuruh pulang..alhasil naik juga kan ke atas kapal.
kali ini saya, intan, suluh dan mas arief ga bareng dengan Ratna,dkk. karena mereka masih stay satu malam di Tinabo, dan kami berempat sudah punya rencana untuk eksplore Pulau Selayar..Ingin Mantai..:))

Di selayar, kami nginap di guest house Pak Haji, tempatnya pas banget bersebelahan dengan Cafe Tempat Biasa, Tempat ini jadi markas berkumpulnya para diver-diver di selayar. Semakin saya betah dengan Kepulauan ini, baru turun mobil sudah disambut dengan ramah..ayo masuk-ayoo ayo…aaahhhh ramah sekali penduduk disini, belum berkenalanpun sudah berasa seperti keluarga sendiri.
Di tempat ini kami banyak dapat cerita, dapat info dapat pelajaran. dan tentunya banyak teman. Bang Asri, Bang Adi, Kak Evi, Kak Ani, Bang Hadi..aaahhhh semua baik sekali….:) That’s why i love travelling..getting new friends..getting new experience and make us a better person..:)

Beruntung sekali saya saat itu, kebetulan kakak-kakak ini akan pergi untuk diving mencari spot-spot baru di selayar…jadi saya bisa ikut menumpang kapal sekalian dapat spot-spot menarik pastinya..*senyum lebar..:))
Beruntungnya mereka, bekerja sekaligus bersenang-senang. seperti apa yang dibilang Bang Asri, seorang PNS yang bekerja untuk Departemen kehutanan kabupaten selayar & Taman Nasional Takabonerate. Setiap saatnya dia bertanggung jawab untuk menjaga terumbu karang & mencari spot-spot baru untuk diving atau sekedar snorkeling, “tiap hari Dive..Dive..Dive..” itu serunya..:))
Menjalankan hobi sekaligus kerja aaahhh seungguhnya senangnya..make me jealous…

Pagi itu, selepas singgah ke Tinabo Dive Center, saya, intan, suluh dan Mas Arief bergegas menuju pelabuhan padang..tema hari ini adalah mantai dan sesi pemotretan untuk kami…niatnya memang saya ga akan nyemplung lagi hari ini, karena nanti dini hari sudah harus ngejar kapal ke Pelabuhan bira dan di lanjut Travel ke Makassar..
karena kita membawa sang photogafer aka Bang Adi, jadi kudu total banget dunk ah…sampai-sampai bangku yang ada di TDC di angkut ke mobil patroli kemudian lanjut ikut naik kapal..:))
Ditengah jalan, kak evi bilang bawa bangku tanpa meja kurang lengkap ji..mampir jenak ke rumah hadi lah..pinjam meja rotan..haahaaaa…total banget niatnya..:))

Leang Kareta menjadi tujuan pertama kali ini, aaaaahhhh…pantai tak berpenghuni ini sungguh menggoda hati…Soft and comfy sand, crystal and warm sea, secluded area, a nice accompany.. that’s i call PERFECT…:)
ga nunggu lama-lama meja dan kursi langsung saja di setting dengan cekatan oleh bang adi, dan saya jadi berasa dalam acara hunting bareng..tentunya minta potoin juga ama bang adi..:))

Gambar

I’m Pretty much a beach person.. I always love beach for one reason, it almost similar one to another. Make me feel close no matter how far it is, a similar feeling to you..

Ahhhhh selayar..Tinabo dan gugusan-gugusan pulau lainnya di Takabonerate sunguh memikat…:) Ga mau Pulangggggggg..mau di Selayar aja..kota kecil yang tenang, sepi hari kemacetan, yang ada hanya hiruk pikuk pelabuhan..Pantai- Pantai… I miss U…
Iklan

One response to “TAKABONERATE – SELAYAR ” I’m in LOVE “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s