Akhirnya…I can Swim…

Mayoritas tempat yang senang saya datangin adalah pulau dan pantai-pantainya. Yah walaupun dari ribuan pulau di Indonesia baru beberapa aja sih yang baru di datengin.. 🙂 Cukup satu alasan kenapa gue selalu memilih pantai sebagai tujuan traveling karena saya cinta pantai. I prefer to choose the sea than mountain or other cultural attractions while traveling, bukan berarti ga suka gunung, candi atau situs budaya lain..Cuma memang merasa lebih nyaman dan senang aja kalo ada di dekat laut, bisa santai duduk-duduk di tepi pantai..:) Pantai bisa memberikan ketenangan dengan memaparkan lukisan birunya lautan tak berujung dengan diiringi nyanyian harmonisasi deburan ombak dan desiran pasir. Belum lagi keindahan bawah lautnya! SUPERB! Bermain bersama ikan di antara sela-sela warna-warni karang, bisa jadi obat dan terapi tersendiri..

Pertama kali jatuh cinta sama alam bawah laut Indonesia adalah ketika traveling ke Pulau Seribu, tepatnya ke pulau harapan. Mulanya ke sana cuma mau foto-foto dan nggak ada niatan bahkan pikiran untuk sewa perlengkapan snorkeling. Begitu teman saya, Ricco SMS nanya no kaki, saya sempat kaget..no kaki buat apaan ya? Bae bener ini orang mau beliin sepatu..:) eh ternya dia tanya untuk Fin..haahaaa…
Awalnya sempat bilang kalau saya ga mau snorkeling, tapi ketika sudah sampai pulau temen saya yang satu Oci sempat bilang “sayang udah sampai sini” dan si ricco pun nyetanin buat nyebur.. nah dari situlah awal mula mulai kenal snorkeling.. Sebenarnya kenapa sampai takut banget untuk memulai snorkeling? Cuma satu sih alasannya..karena oh karena saya NGGAK BISA BERENANG! x)) #tersipumalu Tapi bener ini sungguh beneran, selama ini selalu ga lepas dari yang namanya lifevest..:D

Udah tau nggak bisa berenang tapi masih nekad jalan-jalan ke laut? Kenapa nggak? Wis kadhung tresno! Begitu pertama kali liat bawah laut pulau seribu, mata langsung terbelalak dan benar NYANDU..x)) snorkeling membuat candu tersendiri..#emang cinta duank yang bisa nyandu..:) Cuman walaupun ga bisa berenang, masih aja gitu nekad mengarungi lautan dari Kalianget Madura ke Kepulauan Kangean selama 10 jam. Nekad juga menyambangi Pulau Redang, Taman Nasional Malaysia di Kuala Terengganu, sampe ninggalin Pesawat dan berakhir jalan darat selama 12 Jam. Dan masih nekad nyambangin Taman Nasional Takabonarate, yang mana membutuhkan waktu 17 Jam dari Makassar dengan 4 Moda Transportasi. Well, untuk mencapai surga memang nggak mudah kan? Hehehe. Itulah yang membuat saya nekad ke laut walau nggak bisa berenang. Kalau saya menurutin ketakutan akan tenggelam, saya nggak akan pernah jalan-jalan kan? Dan saya nggak akan pernah tahu alam bawah laut Indonesia yang cantik. Kalau kata Nadine Chandrawinata dalam bukunya “Andaikan saya punya insang, saya akan tinggal di dalam laut, dan menelusuri perairan Indonesia dari Sabang sampai Merauke”. Kenekatan saya untuk tetap menikmati indahnya alam bawah laut Indonesia memberikan banyak pengalaman serta kejadian lucu-lucu selama traveling.

Pernah ketika ke Redang, dan waktunya snorkeling dari pihak resort saya 1 kapal yang isinya bule sama cici-cici – koko-koko semua. Nah, saya dan 3 teman saya kan selalu memakai lifevest. Bule-bule dan cici koko itu sempat agak terkaget-kaget melihat saya dengan perlengkapan snorkeling lengkap dengan lifevest. Mereka snorkeling cuma bermodalkan mask + snorkel tanpa fin. Sampai akhirnya di suatu kesempatan, salah satu bule memberanikan diri bertanya:

“So, you’re a professional snorkeler, huh?”.

Saya langsung aja ngakak.. dan si bule kembali bertanya:

“Hey, why are u laughing?”.

Langsung aja gue jawab:

“I’m using this lifevest is for safety ’cause i can’t swim”.

Mereka semua terperangah dan kompak bilang, “KIDDING!”. Gue pun cuma senyum nanggepinnya..:)

Pernah lagi ketika kesempatan balik ke Pulau Seribu, kebetulan ikut Open Trip yang isinya bule semua.. sebelum nyemplung saya sudah kasih tau meraka kalau saya nggak bisa berenang dan takut tenggelam, makanya kenapa saya ga bisa lepas dari lifevest. Dan herannya mereka ga percaya aja loh…x)) Nah, sampai akhirnya mereka baru percaya ketika mereka sedang berenang, dan saya sedang asik foto-foto di pinggiran geladak kapal, tiba-tiba terpeleset ke jatuh ke laut. Tadinya saya pikir, bakal mati tenggelam nih, Alhamdulillah salah satu bule menyelamatkan saya sambil bilang:

“Now, i trust you that you can’t swim”.

Errr.. kudu ada pembuktian dulu nampaknya…

Nah, lain lagi pengalaman ketika gue traveling ke takabonarate kemarin, karena kebetulan 1 kapal dengan anak-anak Freedive Bandung so pastinya mereka jahgo jahgo sekali kakak..:) dan tiga rekan saya, Intan, Suluh dan Mas arief sudah gape banget berenang..

Saya? Ga usah di tanya..haahaa. Sampai ketika breafing ntuk berangkat snorkeling, Bang Acca Guide lokal yang dampingin kita semua bertanya:

“Siapa yang belum pernah sama sekali snorkeling?”

belum sempat jawab dia udah bilang:

“Ahh disini anak Freedive semua, udah pasti jago lah..” #mama mau nangis air laut rasanya..:(

Saya akhirnya senorkeling juga, walau pakai lifevest dan cuma sebentaran karena ombak yang cukup kencang di perairan ini. Sampai-sampai Pak Syukur, nahkoda kapal yang saya tumpangi bilang:

“Ah kalau mba nya mah paling 5 menit, abis itu naik ke kapal..x))”

For sure, emang saya takut..dan rasa takut ini benar-benar adanya.. Sampai suatu malam Mas Arief bertaruh, kalau saya berani lepas lifevest dan gak tenggelam saya akan dikasih Rp.50000 sampai harga taruhannya naik jadi 1 tiket PP Jakarta – Makassar, saya tetap aja loh ga berani..haahaa

Tapi esokan harinya ketika kita kembali ke selayar, kebetulan akan snorkeling bareng para diver selayar dan 2 srikandi penggila diving selayar (Kak Evi dan kak Ani) saya disetanin untuk lepas lifevest sama mereka. Awalnya sempat takut, tapi ketantang ketika Mas arief sama suluh bilang “Coba lah..ada mba-mba nya yang nangkep kalau tenggelam” dari situ baru yakin dan berani..and you know??? SAYA BISA SNORKELING TANPA LIFEVEST! Yak, saya snorkeling dan berenang tanpa menggunakan pelampung sama sekali. Yang artinya, saya bisa berenang donk! Hehehe. Memang sih katanya, selama tidak panik kita nggak bakalan tenggelam…:)

DSC01708

Dan sekarang saya mulai tertarik untuk belajar diving..pengen bisa diving, senayan jadi tempat pertama yang akan saya datangin setelah kembali dari Selayar.. 🙂

Horeeee Terimakasih Kak Ani, Kak Evi, Intan, Suluh, Mas Arief..walau uang Rp.50000 dan tiketnya sudah tak berlaku lagi, yang penting sekarang udah berani lepas lifevest..

Yah, the problem in swimming is the fear of drwoning..hehehe.. but when you are in salt water and using flippers and snorkel, it’s usually much much easier to float and not drown!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s