Surga Lombok Timur

Jalan – jalan lagi yuuukkkk…

Masih dari cerita perjalanan akhir tahun saya yang lalu..(masih belum move on). Sepulangnya dari Sumbawa, saya mampir ke 4 Gili di Lombok Timur. Konon katanya Lombok Timur masih bisa dibilang asli, asli belum banyak terjamah tangan-tangan halayak ramai.

4 Gili ? Apa sajakah?

Gili Kondo

Gili ini dulunya dikelola oleh pihak swasta, Permana Tour. Namun sejak awal tahun lalu sudah tidak lagi dikelola oleh mereka. Entah kenapa tidak lagi dikelola oleh mereka, sempat bertanya dengan penjaga pulau yang dulupun menjadi karyawan permana namun menurut beliau saya malah disuruh tanya ke pemerintah daerah setempat..haahaaaha

Dipulau ini tidak ada penginapan, hanya ada gubuk-gubuk untuk tempat beristirahat sementara. Dan disinilah saya bermalam…

Dipulau ini juga hanya dihuni oleh satu keluarga, (saya lupa nama bapaknya) yang mendirikan gubuk untuk berdagang serta sebagai tempat berteduh. Bapak ini sedikit demi sedikit membangun fasilitas sederhana seperti toilet umum untuk pengunjung. Namun jangan berpikir toilet seperti yang kita bayangkansempurna. Toilet ini hanya sebuah bilik yang ditutupi oleh jerami dan tidak ada lubang untuk membuang air besar, airnya pun mengambil dari air laut. Hanya saja pengunjung bisa aman untuk berganti baju biar ga diintip orang lain.. 🙂 alhamdulillah bapak ini baik sekali memikirkan fasilitas yang sangat urgent buat pengunjung walau sederhana namun bermanfaat. Beliau bangun fasilitas seperti ini dengan biaya sendiri loh…tanpa meminta bantuan pemerintah. Setelah tak lagi dikelola oleh swasta, bangunan yang dulunya ada berupa rumah harus digempur hanjur. So sekarang tidak bisa lagi digunakan..

Oya kalau tadi ga ada lubang untuk buang air besar, lalu kalau kebelet gimana dong? Ga ada penginapan pula? Ya..gali lubang tutup lubang.. 🙂

Saya terkesan dengan pulau ini, underwaternya oyeee…depan pulau maju dikit agak menjorok ke dalam, dan disitu bisa liat hamparan coral sehat…rapeeettt.. namun hati-hati karena ditengah ada pusaran airnya…

Suasana pulau ini pun sungguh menawan dengan background kaki gunung rinjani, jadi berasa tinggal dilaut berkaki gunung… 🙂

Kalau ditanya orang tadi malam makan dimana? Saya bisa jawab “di depan private pool saya, di bawah kaki rinjani beratapkan bintang-bintang”

IMG_7498

Gili Kapal

Persinggahan pertama diesokan harinya ketika hoping island adalah Gili Kapal. Sempat bertanya dengan nahkoda kapal saya, kenapa namanya gili kapal? Katanya banyak kapal yang karam di gili ini. Sebenarnya gili ini berupa gundukan pasir yang agak tinggi, sehingga kalau malam hari sering kapal yang melintas tidak terlihat karena timbul tenggelam oleh air pasang & surut.. dan seringnya kapal-kapal suka tidak melihat so karamlah dia..

Gili ini jadi incaran para pelancong untuk pepotoan, karena kita bisa berjalan ditengah-tengah hamparan lautan luas… Ketje abisslaaahhh…

IMG_7566

Gili Lampu

Persinggahan berikutnya adalah Gili Lampu. Pulau yang seluruhnya dipenuhi oleh mangrove ini nampak hijau sekali. Ini kali kedua saya wisana mangrove, ternyata keren juga.. kami mengitari sisi magrove menggunakan kapal, sempat nahkoda kapal bilang “Coba saja turun, tak apa. Rasakan sensasinya” aaaa…tapi saya jiperrr karena abis liat banyak kepiting, dan ada beberapa seperti kadal (ga tau apa, yang jelas kayak begitu bentuknya) jadi hanya menikmati dari atas kapal saja, dan pepotoan di kapal.

IMG_7597

Keluar dari litle magrove forest, saya melanjutkan snorkeling disekitaran gili ini. Tepatnya sisi Tower di samping Gili Lampu ini. Konon kata nahkoda yang antar saya spot snorkeling disini paling bagus, dan benar saja… mata langsung terbelalak.. 🙂 ketjeeee abiiisss rapeeetttt karangnya… kesenangan saya.. 🙂 namun arus disini agak deras, dari atas kapal terlihat tenang. Tapi pas turun benar saja… nahkoda ketje saya sempat bilang, “hati-hati ini arus deras” sempat dalam hati bilang, “ga deh, tenang” ehhh ternyata menghanyutkan… 🙂

Sayang kamera underwater pinjaman saya, metong.. baterai habis jadi ga bisa foto-foto underwaternya.. 😦

Gili Bidara

Dari Gili Lampu, saya lanjut ke Gili Bidara. Gili Bidara ini persis berada di sisi Gili Lampu. Pulau Kecil ini sudah menampakkan pesonanya bahkan ketika kami belum menginjakkan kaki. Gradasi Air Laut berwarna biru, hijau toska dan putih dan pasirnya yang berwarna putih dan kemerahan (menjurus ke pink) nampak seperti menjadi “cincin” yang melingkari pulau ini.

IMG_7607

When was the last time you see something like this? If you can’t remember maybe you need another trip to the beach.. 🙂

Awalnya saya hanya ingin tidur-tiduran diatas kapal, ga mau turun. Eh pas liat air biru jernih gitu gradasinya yang ketje, hati siapa yang ga kelirik..turun juga…

Buat apa? Buat pepotoan donggg… 🙂

How to get there:

  1. Saya datang dari arah Sumbawa Besar. Dari pelabuhan khayangan saya jalan keluar pelabuhan, karena banyak calo. Sampe depan pelabuhan saya naik angkot langsung menuju Gili Kondo. Saat itu saya hanya bilang dengan sang sopir, plus merhatiin dikanan jalan plang yang bertuliskan “Penyebrangan Ke Gili Kondo” itu pesan sang nahkoda. Doi baik banget, selama perjalanan mandu saya melalui telepon. Waktu tempuh dari pelabuhan khayangan ke dermaga penyebrangan gli kondo hanya 1 jam saja.
  2. Untuk penyewaan kapal saya contact melalui Pak jeffry (087863316004), doi udah tersohor banget ternyata. Tapi karena dia tidak bisa antar saya maka adiknya yang menggntikannya. Kamarin saya kena 75000 untuk pengantaran ke Gili Kondo + hoping Island Gili yang lain. Exclude peralatan snorkeling ya..karena saya bawa sendiri. Oya biaya administrasi untuk mengunjungi pulau-pulau sekitar Gili Kondo sebesar 20000, ini akan diminta ketika di dermaga penyebrangan.
  3. Tidak ada penginapan di Gili Kondo, yang ada hanya Gubuk terbuka yang bisa digunakan untuk tidur juga..tapi siapin jaket yang tebal karena angin malam begitu kencang pemirrsssaaa… atau bisa juga bawa tenda, ada beberapa rombongan pas saya kesana yang mendirikan tenda. Setau saya gratis untuk mendirikan tenda disini, si penjaga pulau hanya ingin kalian menjaga kebersihan pulau.
  4. Ada dua warung yang buka hampir 24 jam kalau ramai pengunjung. Dan mereka ternyata bersaudara (Adik – Kakak). Sang Adik yang tinggal di Kondo, sebagai penjaga pulau juga. Warung si adik (saya lupa nama bapaknya) menyediakan fasilitas listrik untuk ngecas HP, satu HP 5000.
  5. Ada fasilitas toilet sederhana, lumayan buat ganti baju atau buang air kecil buat yang ga biasa lari langsung ke air laut.. 🙂
Iklan

One response to “Surga Lombok Timur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s