Impian Dan Mimpi Itu Nyata “Jiuzhaigou”

Kata Orang Bermimpilah, lalu pikirkan terus dalam benakmu niscaya semesta akan mendengarkan dan mendukungmu.

Ini mimpi saya, ini impian saya yang saya realisasikan setelah 3 tahun mengimpikannya.

Bermula dari promo abis-abisan maskapai Every one can Fly pertengahn tahun kemarin, tiket JKT – KL – Chengdu – KL – JKT saya kantongi. Kenapa Chengdu? Karena saya punya impian besar untuk Jiuzhaigou, yang katanya salah satu percahan surga di dunia. Apa benar? Saya belum tahu benar atau tidak saat itu, tapi setelah sampai sana saya bias bilang “Heaven”.

Dari mana saya tau Jiuzhaigou? 3 tahun lalu seorang kawan yang baru jatuh cinta dengan fotografi menunjukkan hasil fotonya ke saya, dia bilang “kalau lo punya umur dan rezeki datanglah ke sini. Kalau ada yang bilang belajarlah samapi negeri cina, maka backpackerlah sampai negeri cina”.

Ketika liahat hasil fotonya mata saya langsung terbelalak, maklum saya selalu murahan kalau urusan jalan-jalan. Dari situ hobi jajan tiket saya semakin meningkat, hanya saja harga tiket waktu itu cukup mahal. Riset punya riset cara menuju jiuzhaigou ternyata cukup menantang. Ada dua pilihan menuju sana, pertama ambil penerbangan dari Chengdu menuju jiuzhai  dengan waktu tempuh dari Chengdu sekitar 45 menit saja. Tapi harga penerbangan ke Jiuzhai adalah harga tertinggi di dunia penerbangan cina, saat itu saya cek untuk PP mencapai 2300an Yuan. Cara kedua adalah dengan jalur darat dari Chengdu ke Jiuzhaigou, dengan waktu tempuh 10 – 12 jam menggunakan bis antar kota antar provinsi. Jalur darat ini cukup menantang, karena berkelok-kelok tapi pemandangannya benar-benar indah. Bukit, sungai sampai dengan situs sejarah. Selama perjalanan anda akan lihat sisa-sisa gempa bumi yang pernah melanda provinsi Sichuan.

Karena saya berangkat dengan dana yang minim, jadi saya pilih cara kedua untuk mencapai jiuzhaigou. Saya naik bus dari terminal Xin nan Men Bus Station. Bus hanya berangkat pagi hari, karena area perjalanannya melingkari pegunungan dan rentan kecelakaan. Karena waktu saya berangkat ini, adalah puncaknya berlibur ke jiuzhaigou maka saya dari jkt sudah memesan tiket bus melalui Traffic Inn Hostel. Awalnya saya browsing, bahwa Traffic Inn hostel persis ada di depan Xin nan men bus station jadi biar gampang kalau ambil tiket trus tinggal nyebrang. Ternyata ini hostel pindah lokasi, dan saya baru tau pas hari H keberngkatan saya. Apa mau dikata, yang penting ga keabisan tiket. Harga tiketnya sendiri sebesar 139 Yuan, dengan waktu tempuh 10 jam.

perjalanan panjang bus menuju Jiuzhaigou ternyata mulus sekali. Kita melewati jalan tol kira-kira dua jaman, kemudian mulai melewati area pegunungan. Jalan di pegunungan tetap mulus lancar. Bus keluar masuk terowongan, melintasi sisa sisa Gempa Sichuan 2008 yang ternyata masih keliatan dampak kerusakannya. Melewati sungai sungai dengan aliran hijau. Pohon pohon pinus, padang padang rumput, serta Yak yang merumput dipadang padang tersebut. Melewati pegunungan yang atapnya masih bersisa putihnya salju (atau salju abadi? ah entah). Dan melewati area area yang secara kultur memang Tibet sekali. Sempet juga saya di satu area antah berantah itu melihat tulisan: desa muslim. Amaze banget.

Bus juga berhenti setiap 2 jam sekali untuk memberi kesempatan penumpang ke toilet atau istirahat meregangkan kaki, ataupun yang ingin ngemil ngemil jajan. Sempet liat  di salah satu tempat istirahat hewan Yak putih dikasi pita dan didandanin buat foto dengan penumpang bus, tapi ternyata bus saya ga berhenti di tempat tersebut.

Ngomong-ngomong soal Toilet di Cina, memang benar apa kata Trinity modelnya terbuka..ga ada lubang katkusnya.. haaahaa dan semerbak bukan main dasyatnya… but enjoy it, kalau ga gini ga punya cerita kan?

Sekitar jam 17:30 saya sampai di jiuzhaigou. Sampai terminal langsung Tanya ke pos keamanan setempat alamat hostel saya. Tapi saying dia ga bias bahasa inggris.. makkkkk…. Saya tunjukkan alamatnya dalam bahasa cina, saya yang ga ngerti dia bilang apa..

Kendala bahasa disini menjadi hal no puncak, alhasil karena dia pun ga ngerti saya ngomong apa dan saya pun ga ngerti dia ngomong apa jadi keluarlah bahasa TARZAN. Bahasa Tubuh sangat bermain disini…

Karena bingung dengan petunjuk si bapak, akhirnya saya naik taksi dengan menunjukkan alamat hostel. Ternyata system taksinya share, di tengah jalan si sopir berhenti untuk ambil penumpang sempat kaget juga sih..

Ke esokan harinya saya eksplore jiuzhaigou for one day full. Harga masuk Jiuzhaigou 330 Yuan sudah termasuk bus tour ramah lingkungan yang akan mengantar kita ke satu titik ke titik lainnya di jiuzhaigou. Karena luas taman nasional ini sekitar 720 km2, maka ga memungkinkan banget buat para pejalan ngakses dengan jalan kaki.

Taman Nasional ini terbagi menjadi 3 Valley yang membentuk huruh Y. Rize Valley dan Zechawa Valley membentang cabang huruf Y tersebut dari atas dan bertemu ditengah dengan Shuzheng  Valley. Agak ga mungkin untuk  menjelajah Jiuzhaigau dalam waktu  satu hari tanpa menaiki bus. Maka dari itu, tarif bus di Jiuzhaigou juga dicharge mahal bersamaan dengan tiket masuk. Bus yang berkeliling seputar Jiuzhaigou juga merupakan bus yang ‘katanya’ ramah lingkungan. Bus akan berangkat membawa turis yang datang ke arah Rize Valley terlebih dahulu, menuju Primeval Forest. Pengunjung akan diturunkan disini, kemudian dapat berjalan ke objek objek yang ada. Untuk objek yang jauh, pengunjung dapat menggunakan bus dengan menunggu di halte halte yang tersedia.

Berdasarkan hasil browsing saya memantapkan diri untuk memulai perjalanan ke sebelah kanan taman nasional ini. Bus akan naik ke atas menuju Pearls Shoal. Tapi ditengah perjalnan saya meminta untuk turun di Five Flowers Lake. Mata langsung terbelalak lihat birunya air danau ini. Dan yang terpenting adalah masih sepi, semua orang pada menuju ke atas. Jadi bias pepotoan..

IMG_2047

Dari Five Flowers Lake saya jalan terus menuju colorful lake, dan bangusss bangetttt..cahayanya pas..kata penjaga hostel tempat saya nginep colorful lake dan mirror lake bagusnya di jam pagi hari jam 9:00 – 10:00 dan benar saja..

IMG_2060

IMG_2081

Dari colorful lake saya jalan terus naik menuju panda lake, selama perjalanan banyak melewati danau yang entah apa namanya..tapi memang bangus walaupun pepohonan baru akan tumbuh dan belum berwarna warni, tapi reflection cahaya dari pohon-pohon itu sungguh bikin jatuh cinta.

IMG_2090

Sampai di panda lake, kaki udah mulai deredek…cape bangetttt pemirsa, asupan oksigen kurang.. walaupun sudah masuk musim spring tapi udaranya masih dingin… saya masih bias lihat sisa-sisa salju yang akan mencair. Di panda lake ini banyak banget yang menyewakan baju ala Tibetan.. mereka menyewakan 20 yuan. Sebenarnya panda lake ini ga terlalu bagus menurut saya..

Dari panda lake saya naik ke Arrow bamboo lake katanya sih tempat shooting Crouching Tiger Hidden Dragon. Gila ya, danau ini biruuuu banget. Ditambah lagi gunung-gunung yang melatarinya.. selama perjalanan menuju Arrow bamboo saya melewati beberapa air terjun, tapi ga tau apa namanya..  sayangnya disini agak rame pengunjung, jadi mau foto agak desak-desakan..

IMG_2201

IMG_2195

IMG_2216

IMG_2227

Karena kaki udah dredeg, maka saya putusin naik bus untuk turun kebawah dan berhenti di mirror lake. Sesampainya di mirror lake, hati agak kecewa.. efek cerminnya sudah tidak bagus karena sudah banyak riak air. Memang menurut beberapa sumber, Mirror Lake bagus di pagi hari jam 9an.

IMG_2281

IMG_2230

Dari mirror lake saya turun naik bus menuju Norrilang waterfall. Dan ternyata untuk ngambil air terjun ini bangusnya dari atas bus.. sayang pas saya kesini, pohonannya belum pada tumbuh berwarna warni, jadi agak kurang cihuy hasilnya..

IMG_2338

Dari mirror lake saya turun ke tiger lake melewati rhinos lake. Tapi saying ga turun di Rhinocerous lake karena mau ngejar ke sisi kiri taman nasional yaitu Zechawa Valley. Saya mampir di tiger lake, dan benar aja dongggg ketje abis….foto-foto sebentar lalu turun ke air terjun Shuzheng… puas pepotoan saya naik bus ke arah bawah, buat ganti bus ke Zechawa Valley. Awalnya pergantian bus ada di depan pintu masuk valley tapi ternyata pertukarannya ada di dekat norrilang waterfall. So saya naik lagi ke atas sampai station norrilang waterfall lalu berganti bus ke Zechawa Valley.

IMG_2296

IMG_2291

IMG_2233

IMG_2301

Perjalanan menuju Zechawa Valley ini cukup jauh dan berliku. Zechawa Valley hanya memiliki 2 spot, yaitu Long Lake dan Five Coloured Pond yang keduanya berdekatan. Sesampainya di sana, subhanallah, danau yang luas dengan latar gunung dengan puncak yang masih tertutup salju! Hanya mengabadikan sebentar saya lanjut ke Five Coloured Pool.  Kenapa disebut kolam? Karena hanya seperti kolam..Tapi benar-benar indah.

IMG_2308

IMG_2309

IMG_2327

IMG_2109

Hari kedua saya habiskan di shen xian chi dan Zhong cha gou. Dua tempat ini adalah rekomendasi dari penjaga hostel. Malem harinya sebelum saya berangkat, saya sempat bertanya ke si penjaga hostel tempat yang bagus untuk dikunjungi selain jiuzhaigou. Dan beliau merekomendasikan dua tempat ini. Dia bilang kalau kamu mau lihat keindahan maha karya tuhan, ga usah jauh-jauh ke pramukale liat di shen xian chi lebih indah. Dan dia langsung menunjukkan foto perjalnan dia satu tahun lalu..aaahhhh bikin ngecesss… lalu si penjaga bilang ke zhong cha gou kalau mau merasakan teh ter-enak di cina, perkampungan Tibet dan bukit indah dengan latar pegunungan. Best place to relax she said.

Okay, dari dua rekomendasi itu saya Tanya ada tamu yang mau share taxi kesana ga? Karena di jiuzhaigou ga ada kendaraan umum atau semacem angkot. Warga menggunakan mobil semacam taxi untuk moda transportasi mereka atau numpang bus antar kota antar provinsi untuk ke desa satu ke desa lainnya. Dan dapatlah saya barengan untuk menuju dua tempat tersebut.

Pagi-pagi sekali saya dan teman share cost sudah jalan menuju tempat pertama yang akan saya datengin yaitu shen xian chi, buat menuju sini perlu dua jam dari jiuzhaigou lalu untuk mendapatkan ke indahannya kamu harus dua jam 20 menit trekking. Medan trekking pun menanjak ditambah cuaca dingin tanpa sarung tanga. Saya kelupaan bawa sarung tangan, agak menggil juga.. dan karena lokasi yang berada dipegunungan jadi minim oksigen, agak ngosh-ngoshan banget.. tapi pas udah sampe diatassss…makkkkkkk kebayarrrrr tunaiiiiii…

image (1)

image (2)

Puas pepotoan saya lanjut ke lokasi yang kedua yaitu zhong cha gou. Sebenarnya lokasi ini didominasi perbukitan dan perkampungan Tibet. Tapi yang juara disini teh nya..saya sempat mencoba tehnya dan benar aja.. bikin nagih..heeeheeehee

IMG_2502

IMG_2423

IMG_2461

IMG_2478

IMG_2387

Hari ketiga saya kembali ke Chengdu menggunakan bus lagi. selama perjalanan pulang saya ditakjubkan dengan pemandangan yang berbeda. ada saljuuuu…tetiba salju-salju itu singgah di pohon-pohon pinus.. sayangnya bus saya tidak berhenti, jadi hanya foto dari dalam bus saja.

image

sesampainya di chengdu, saya turun di Chadianzie bus terminal. Sempat panic pas sampe Chadianzie bus terminal, karena jauh dari hostel saya dan lupa nyatet cara menuju hostel dari terminal bus ini. Saya tidak aktifkan paket internet selama perjalanan ini, alesannya karena mahal cinttt..heehee mau beli no local tapi pas dibandara mba-mba nya ga nyambung karena kendala bahasa.

Lagi-lagi Tuhan sayang sama Oche..saya ketemu bule yang ternyata udah hamper 5 tahun stay di chengdu karena lagi neliti giant panda di kota ini. Pacarnya orang local, pantes banget bahasa cinanya lancer jaya… tanya ke dia alamat hostel, tapi dia pun ga tau..Cuma bilang, pernah dengar tapi lokasi persisnya ga tau..mateee

Ga putus asa, saya Tanya ke beliau kalau menuju xin nan men bus station gimana, dan dia kasih tau saya untuk ambil metro kea rah barat lalu turun di chi xin lou. Nah ketemu deh, pas lagi beli tiket metro dilayar box saya liat station Lousinmou dan saya inget itu dekat banget sama hostel yang saya tuju. Jadi saya putuskan untuk turun di station itu aja..horeeee bisa sampe hostel dengan selamat..

Satu malam di Chengdu ini saya menginap di Lazybones hostel.. dan hostel ini nyaman banget. Pihak hostel memnag tidak menyediakan jangkauan wifi sampai kedalam kamar, jangkauan wifi hanya ada di loby dan bar hostel sebagai pusat kumpul tamu. Buat mereka sosialisasi sesame tamu penting karena sebagai sarana pertukaran & mencari informasi sesama pejalan.

Malam ini saya habiskan dengan nongkrong di bar hostel sambil menikmati akses internet gratis serta segelas teh China hangat. Disini saya kenalan dengan bunoes bule asal california yang rame banget. Sama dia, semua orang disapa. Matanya sipit, tadinya saya kira turis lokasl, tapi ternyata bukan. Pas saya Tanya katanya moyangnya mungkin ada keturunan cina tapi dia sendiri gay akin..haahaahaa

Lain bunoes, lain juga jullie. Jullie bule asal prancis yang katanya alas an dia ke cina kerena mau ngelupain pacarnya yang baru 3 hari lalu baru nikah. Jadi ceritanya si jullie ini pergi untuk melupakan cinta.. haaahaa

Katanya jullie, mantannya benci banget sama yang berbau cina dan karena dia di tinggal kawin dia mau membalasnya dengan mencintai apa yang dibenci mantannya itu. Katanya caranya akan lebih mudah untuk melupakan si mantan.. ampuh gitu caranya..haaahaaahaa

Pagi harinya saya siap-siap untuk check out karena malem harinya saya harus kembali ke Jakarta. Karena masih malem flight saya, maka pagi harinya saya habiskan ke Panda Center.

Panda Center terletak agak di pinggiran kota Chengdu dan untuk mencapainya susah-susah gampang. Cukup dua kali ganti bus. Harga masuk Panda Based Center 58 yuan, ada banyak panda dengan beragam ukuran! Lucu banget melihat tingkah polah panda-panda ini. Terutama panda kecilnya. Saya menghabiskan sampai jam makan siang di sini.

image (1)

image (2)

Setelah puas di Panda Center, saya kembali ke tengah kota Chengdu untuk ke Jinli Street. Di Jinli Street ini banyak sekali jajanan khas Chengdu serta penjual souvenir. Dan saya lama berkutat di sini sampai malam hari. Pukul 20:00 saya kembali ke hostel untuk ambil ransel saya lalu jalan menuju bandara dengan berbekal Pinapel Pie dari McD. Pesawat AAX pun membawa saya ke KL untuk lanjut ke Jakarta. Dan selamat dating realita!!

How To Get There:

  1. Akses terdekat untuk menuju Jiuzhaigou adalah dari kota Chengdu. Dari Chengdu bisa ambil bus yang langsung menuju Jiuzhaigou, atau bisa juga naik peswat menuju kota jiuzhai. Kalau kalian ambil jalur darat alis naik bus, ada dua terminal bus keberangkatan menuju jiuzhaigou yaitu Xin nan men bus station dan Chadianzie bus terminal. Bus hanya akan berangkat sekali setiap harinya, mereka berangkat jam 8:00 pagi. Harga tiket dari Xin nan men sekitar 139 Yuan, katanya agak lebih mahal 12 yuan ketimbang dari Chadianzie bus terminal. Tapi pas saya pulang harga bus ke Chadianzie bus terminal 141 yuan..coba di cek saja.
  2. Bus tidak bisa dibeli secara online. Kalau kamu punya kenalan di chngedu bisa minta tolong untuk pesankan tiketnya terlebih dahulu. Karena tiket bus menuju jiuzhaigou cukup tinggi peminatnya. Saya menggunakan jasa dari Traffic Inn Hostel untuk memesankan tiket dengan charge tambahan 13 yuan untuk mereka.
  3. YOUR MIND IS YOUR SOUL! sebelum keberangkatan ke jiuzhaigou, banyak informasi yang menakutkan… jadi rasa tidak tenang dan tidak nyaman akan selalu menyertai sepanjang perjalanan. Jadi, point pentingnya adalah: ENJOY SAJA! Karena tujuan Anda jalan adalah mencari kesenangan batin. Dengan kata lain, Anda memberikan VITAMIN bagi jiwa Anda!? Maka, nikmati saja! Pikirkan hal-hal indah tentang jiuzhaigou!
  4. Saya bukan orang yang senang dengan pendakian yang maha dahsyat, saya juga tidak begitu tertarik dengan penjelajahan ketinggian. Karena saya takut ‘ngosh-ngoshan’ alias kecapean. Banyak orang bilang jiuzhaigou itu perlu fisik dan tenaga ekstra. Tapi ternyata pas sudah saya jalani biasa saja, yang pasti di jiuzhaigou anda tidak perlu memanjat atau menaiki tangga yang dikatakan orang sangat melelahkan. Memang ada tangga… tapi masih bisa ditaklukkan! Memang melelahkan.. tapi anda bisa istirahat disudut mana saja. Kalau udah liat indahnya pasti lupa capeknya!
  5. Taman Nasional ini membentuk huruh Y. Rize Valley dan Zechawa Valley membentang cabang huruf Y tersebut dari atas dan bertemu ditengah dengan Shuzheng. Di Rize Valley ini paling banyak danaunya, sedangkan di Zechawa Valley hanya ada dua danau. Rencanakan baik-baik sudut mana yang akan anda eksplore terlebih dahulu.
  6. Cari penginapan yang dekat dengan pintu masuk Jiuzhaigou valley agar bisa di akses dengan jalan kaki. Karena tidak ada transportasi umum di jiuzhaigou. Kemarin saya menginap di Angelia hostel dan hanya 5 menit jalan kaki ke pintu gerbang valley.
  7. Di jiuzhaigou ada rumah makan halal, tapi agak mahal. Kalau mau yang agak miring bisa coba fastfood semacam MCD, namanya dicos.
  8. Sebaiknya jangan menbawa USD ketika ke jiuzhaigou. Saya kesulitan mencari money changer di kota ini. Hanya bank of contraction china yang melayani pertukaran uang. Bank buka dari senin – minggu. Namun sabtu & minggu hanya buka dari pukul 09:00 – 12:00 dan Senin – Jumat buka dari pukul 09:00 – 16:00.
  9. Kendala bahasa menjadi point penting, tidak semua muda mudi cina bisa berbahasa inggris. Beberapa kali saya bertanya hasilnya nothing. Gunakan tubuh anda untuk membantu komunikasi. Bagus lagi bawa Alfalink atau gunakan applikasi translator.
  10. Ada beberapa aplikasi yang diblock alias ga bisa di akses di cina. Seperti google, jadi kalau mau browsing bisa menggunakan bing.com
  11. Toilet di cina terkenal bau nya yang semerbak, jangan lupa bawa tisu basah & tisu kering baut nutupin bau-nya. Dan jangan kaget kalau toiletnya terbuka (ada di beberapa lokasi).
  12. Metro Train di Chengdu beroprasi dari pukul 06:00 – 23:30 setiap harinya.
Iklan

One response to “Impian Dan Mimpi Itu Nyata “Jiuzhaigou”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s