Sukses VS Ambisi

Kemarin seorang teman sekilas menyinggung tentang ambisi, semaleman gw kepikiran terus, dan langsung teringat pertanyaan setiap kali datang interview.

“Jadi, kenapa Anda tertarik melamar di perusahaan kami? Apa rencana karier Anda dalam sepuluh tahun kedepan?”

Huuussss… sebanyak pertanyaan tersebut diajukan, sebanyak itulah jawaban gw berubah. Setiap kali interview pekerjaan menyadarkan gw, betapa tidak terencananya hidup gw.

Bahasa halusnya, gw seorang pecinta damai. Yang hidup bak air yang mengalir mengikuti alur sungai. Bahasa kasarnya, gw nggak punya ambisi, apalagi mimpi. Hidup bak air di daun talas.

Seumur hidup gw, sejak beranjak dewasa belum pernah sekalipun gw memiliki ambisi. gw tidak pernah mencari ‘peningkatan karier’. Dari umur 15, ‘target’ menikah gw selalu ‘sepuluh tahun lagi’. Ketika ditanya apa yang mau diraih sebelum umur 30, gw termenung, lalu mengarang-ngarang. Kadang jawaban gw hanya: Err..tetap hidup boleh jadi cita-cita ga?

Berdasarkan takaran yang ada dalam masyarakat, jelas, bahwa gw bukan seseorang yang pantas punya masa depan. Bukan karyawan idaman perusahaan multinasional. Gw bahkan tidak punya visi-misi untuk diri sendiri.

Sedih ya?

Sebagai orang yang tidak ambisius, gw bermaksud membela sekaum gw.. (care ceritanya). Bahwa kesuksesan adalah hak segala bangsa, baik yang berambisi maupun tidak. Lagian, What the meaning of success sih?

Menurut gw, sukses itu kata sifat, sama halnya dengan kaya dan cantik, sifatnya relatif. Bisa diukur dari materi, tingkat kebahagiaan, dari pengakuan si empunya sukses. Terkadang, orang yang cepat puas macam gw jadi terlihat lebih cepat sukses. karena menonjolkan hal-hal yang menyenangkan yang udah didapatkan dan kurang peduli akan hal-hal yang tidak memuaskan. Biar kata gaji gw jauh di bawah standard lulusan Universitas Negeri, gue tetap terlihat kaya raya, lantaran tidak mengeluh kekurangan dana. Sedangkan orang ambisius tidak akan bahagia sampai cita-citanya tercapai.

Tentunya, orang yang punya ambisi akan tetap terlihat lebih Ketje! Tanpa bermimpi besar, seseorang akan sulit meraih sesuatu yang besar. ASALKAN…mimpinya harus lahir dari dalam diri sendiri, bukan mimpi orang lain, dan bukan karena disuruh orang lain.

Yang jadi masalah, seringkali orang jadi punya ambisi lantaran disuruh orang lain untuk harus berambisi. Kadang ambisinyapun niru keinginan orang tua, keluarga atau teman.

Terjebak mitos orang tidak berambisi tidak bisa sukses, gw pun berusaha mengikuti trend: Pura-pura punya ambisi. Beberapa kawan mengira gw adalah manusia yang sudah membuat Program Pembangunan Jangka Panjang 25 Tahun.

Bahkan disaat-saat gw sedang ‘jujur’ mengakui kelemahan gw, mereka nggak percaya. Respond-nya pasti: Apalagi ambisi loe! loe tu ambisius banget lagi, Cuma loe ga nunjukkin aja!

Oh sungguh tidak, pemirsa sekalian… Semua respon dari teman-teman yang budiman tadi, didasari akan satu hal bahwa gw nampaknya cukup baik-baik saja, karena gw berambisi tinggi dan berhasil mewujudkannya. Padahal, tidak ada satupun yang gw miliki sekarang yang merupakan cita-cita gw. Ibaratnya, bukan macamnya gw dapat sekoper uang dengan mengikuti peta harta karun, tapi lebih ke arah jalan-jalan sore dan tiba-tiba ketemu koin di pinggir got.

Dan fenomena ketemu koin ini menguatkan kepercayaan gw, bahwa kesempatan memperbaiki hidup disebar ke jalanan siapa aja. Yang punya fokus hidup mungkin akan lebih mudah menyadari kesempatan itu dan memaksimalkannya. Bagi yang cuma berprinsip ‘jalanin aja lah hidup ini’, selama menjalani jalan itu dengan baik pasti bakal memungut koin kesempatan itu sepanjang jalan. Ya kan?

Dan sampai saat ini pun, gw masih tetap gak punya ambisi. Itu berarti kesempatan berikutnya ketika gw di-interview, gw masih akan berganti jawaban. Atau..bolehkah gw menjawab: Rencana saya selama 10 tahun kedepan adalah hidup tanpa ambisi dan tanpa keharusan berambisi….

Iklan

One response to “Sukses VS Ambisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s