Derawan atau Perawan?

Derawan, siapa yang tau setelah mendengar namanya. Konon katanya, derawan yang berarti Perawan adalah salah satu surga di kepulauan Kalimantan Timur- Berau.

Selain derawan ada beberapa pulau lainnya yang gak kalah cantik, yaitu Sangalaki yang berarti Laki-Laki, Maratu yang berarti Mertua, Samama yang berarti Ibu, dan Kakaban yang berarti.. saya lupa menanyakannya.. hehehee..

Banyak orang mau ke Derawan untuk melihat penyu sisik, ubur-ubur, manta dan baracuda (Ikan besar cenderung banyak disini) namun, sebenarnya Derawan bukan hanya penyu, manta dan barracuda. Bagi saya yang sampai sekarang masih mencintai indahnya warna warni koral dan topografi yang tertutup “taman” bawah laut, ini adalah tempatnya. Salah spot favorit saya adalah Maratua Reff dan Dermaga Fisher Fish.

Untuk menuju maratua dari perkampungan derawan perlu naik kapal sekitar 30 menit untuk sampai ke lokasi dimana kamu bisa menceburkan diri ke birunya laut dan menikmati taman surgawi bawah laut. Kedalaman maksimal penyelaman hingga 18 meter, topografi koral terbaik berada di sekitar 10 meter dan area yang lebih dekat dengan permukaan. Disini cahaya matahari masuk dengan sempurna, sehingga warna koral-koralnya terlihat jelas, ikan nya pun warna warni cantik seperti pelangi dan untuk arus disni, gak usah hawatir karena arus disini cenderung tenang.

Bila ingin melihat pantai yang cantik, dengan hamparan pasir putih yang lembut, sangalaki lah tempatnya. Di Pulau Sangalaki pada masa-masa tertentu selalu didatangi penyu, terutama penyu hijau, untuk bertelur. Pulau Sangalaki ini masuk area konservasi sehingga tidak ada penduduk di pulau ini, hanya ada pos petugas penjaga pulau saja.

IMG_9633

Di danau kakaban yang tersohor itu, kita bisa berenang dengan ubur-ubur. Ubur-ubur disini tidak menyengat jadi gak usah hawatir untuk bentol-bentol kayak kebakar. Konon katanya di dunia hanya ada dua lokasi yang dihuni oleh ubur-ubur ini, namun pada kenyataannya di Indonesi lebih dari dua lokasi ditemukan, yaitu di Bagai Laut, Togean, Komodo Island, Misool, dan kepulauan Banda.

image

Ubur-ubur memiliki tubuh yang sangat halus, 96% komposisi tubuh ubur ubur adalah air dan makhluk ini tidak memiliki bagian keras di tubuh untuk melindungi diri sehingga untuk bertahan dari ancaman predator, ubur ubur memiliki sistem pertahanan berupa sengatan. Hampir semua jenis ubur ubur memiliki sengatan dengan nematocyst (semacam kapsul dengan racun yang saat bersentuhan akan memicu injeksi racun). Akibat sengatan inipun beragam, dari hanya sekedar gatal dan kemerahan, hingga kematian. Inilah sebabnya ubur ubur selalu dihindari saat bertemu dengan mereka di laut. Namun di Kepulauan Derawan kalian, bisa ngerasain asyiknya jadi Spongebob dengan gembira meski dikelilingi ratusan ubur ubur. Seperti yang sudah saya bilang tadi, danau Kakaban adalah rumah bagi ubur ubur yang tidak menyengat. Yap, danau ini terbentuk dari pergerakan lempeng bumi yang membuat bagian laut terangkat menjadi pulau atol (Pulau Kakaban) lengkap dengan danau dimana spesies ubur ubur terperangkap di dalamnya. Karena “terkurung” di dalam danau tanpa predator, ubur ubur ini kehilangan daya sengat. Secara fisik ubur ubur di Danau Kakaban persis seperti ubur ubur lainnya, hanya saja tidak menyengat. Spesies yang ada disini adalah Aurelia Aurita yang berwarna bening dan bulat pipih, Tripedalia Cystophora yang berukuran kecil, Cassiopeia Ornata yang merupakan spesies khas di Kakaban karena selalu dalam posisi terbalik.

Danau Kakaban ini cukup besar, di area sekitar 20 meter dari dermaga, dasar danau sudah cukup dalam lebih dari 25 meter, namun di area tengah inilah kalian bisa melihat ubur ubur berkumpul banyak sekali. Jika matahari sedang cerah, ubur ubur ini akan naik ke permukaan untuk berfotosintesa, namun sayangnya saat saya datang cuaca sedang mendung dan banyak sekali pengunjung, sehingga cukup sulit mendapatkan foto ubur ubur berkumpul di permukaan.

Labuan Cermin, sebenarnya saya masih bingung apakah tempat ini bisa dibilang seperti danau? Entah lah.. yang pasti ini tempat bening sekali dan tentunya bagus banget buat foto-foto cantik.. hahahaa

IMG_9845

Labuan cermin terletak di desa biduk-biduk, kalau dari kepulauan derawan memakan waktu 4 jam naik speedboat.. bisa dibayangin kan gimana rasanya ajuk-ajukan lawan ombak selama itu.. eheheee

Yang menarik dari tempat ini adalah adanya dua mata air yang gak bercampur, yaitu air asin di permukaan bawah dan air tawar di bagian atas. Rasa pertama ketika nyebur di tempat ini adalah DINGIN…iya dingin sekali..pas iseng nyobai rasa airnya, benar loh tawar diatas dan asin pas kebawah…

How To Get There:

  1. Bila kamu dari Jakarta, kamu bisa ambil flight ke Tarakan. Ada beberapa maskapai yang bisa dipilih. Usahakan ambil flight pertama, sehingga sampai tarakan sebelum pukul 12:00. Lepas jam itu, ombak cenderung besar.
  2. Dari bandara Tanjung Redep Berau ke Pelabuhan Tanjung Batu, jika beramai ramai bisa sewa mobil, PP (diantar dan dijemput saat kembali) tarif sekitar Rp. 800.000,- untuk mobil kapasitas 6 orang.
  3. Dari pelabuhan, kalian harus sewa speedboat yang bisa dishare ke 10-12 orang. Harga speedboat sekitar Rp. 7.500.000 untuk antar pulang pergi derawan tanjung batu. bila datang sendiri, lebih baik join dengan penduduk lokal biasanya mereka naik dari dermaga perkampungan seberang tanjung batu.
  4. Untuk penginapan, banyak sekali pilihan mulai dari resort sampai dengan rumah milik warga. Harga berkisar Rp. 350.000 permalam.
  5. Bila ingin ke labuan cermin, bisa ditempuh dengan cara lain melalui darat dari tanjung redep menuju desa biduk-biduk, lama perjalanan sekitar 6 jam. Bila kalian butuh driver dibiduk-biduk bisa hub. Pak Harsono 082254945844, untuk penginapan bisa di Selvia Homestay Berau 081258802020.
  6. Waktu terbaik mengunjungi Derawan antara lain di bulan April hingga Mei, setelah bulan Agustus, awal bulan Oktober. Sementara di Akhir Oktober biasanya sudah memasuki masa sering turun hujan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s